Rabu, 25 Oktober 2017

Karya hati

Ku utarakan isi hati
Dalam sebuah coretan abstrak
Karena bibir tak tau harus berkata apa
Hanya sanubari yang merasa
Tak bisa di ucapkan dengan sebuah kata

Tak jelas rancuh
Tak berujung masih dalam dilema
Sambil mendengarkan lagu kutuliskan bahasa kalbu
Biarin orang tau, tapi tak mengerti biar saja
Masih dalam kebingungan
Memikirkan apa yang terjadi. yang aku sadar terkepung oleh gundah gulana kehidupan

Susah untuk di jelaskan abu-abu tak terlihat
Tapi aku bisa merasakannya
Namun diri sendiri pun tak bisa mengerti
Sampai menulis pun aku tetap sama
Tak mengenal kenapa bergejolak seperti ini
Inilah karya dari pesisir tepi hati

From,
NonaTosca
[25/10/2017]

Senin, 23 Oktober 2017

Kembali

Kembali terulang
Sama rasa, redup hilang
Merasakannya kembali
Dengan kejadian yang sama
Seperti memantulkan bola
Kembali lagi kisah itu
Persis. Sama.

Yang berwarna sekarang hitam
Yang dulu kini kembali
Rasa itu. Seperti air yang turun akan kembali ke muasalnya.
Kembali pahit seakan menempelkan obat dengan lidah.
Harus kutelan obat itu. Walaupun pahit yang kurasa. Walaupun sengatan bau yang menghantui penciuman ku
Tapi, harus ku minum bukan? Agar sembuh dari bayangan masa lalu

Tenang ...
Ini hanya waktu. Sekarang dan dahulu bergandengan sama. Tapi aku yakin sekarang tidak akan sama seperti dulu
Lalu
Kenapa aku merasakannya kembali?
Apakah akan berakhir sama?
Ini hanya soal waktu
Lihat nanti semua akan indah pada waktunya
Percayalah.

From,
NonaTosca
[23-10-2017]

Rabu, 11 Oktober 2017

Catatan Nona (Mpk&Osis)

Kali iniiii aku mau nulis hal yang berbeda dari biasanya......

Sedikit eee banyak cerita dan juga curahan hati. Ajahhh wkwk.

Jadi gini…….
Alhamdulillah aku punya cerita untuk siapapun nanti suatu saat yang aku akan ceritakan, saat dimana aku merasakan masa putih abu-abu wkwk. Yaitu tentang pengalamanku yang sangat baru, bergabung dalam organisasi.
Alasan ku ikut OSIS ini, aku ingin hidup di sekolah ga datar gitu lohhhh seperti siswa biasanya yang hanya datang, belajar, pulang. (HEHEHEHE).

OHHHYAAAAAA………………

ikut organisasi gahanya sekedar ikut gaiss, disini kita bisa ambil pengalamanya, pembelajarannya, public speaking dan jugaaaa kita bisa ketemu orang2 hebat, karena anggota MPK OSIS itu orang2 hebat gais, Orang-orang pilihan yang di percayai untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka. (Walaupun terkadang masih banyak kekurangan yang kita jalankan atau suatu peroker yang belum terwujud). Karena ngejalanin proker gasemudah yang aku, kamu, kalian bayangkan ya gais.


Hemmmmm kali ini sesi curhat.... 


gahanya melaksanakan & melakukan tugas sama tanggung jawab kadang juga kita ada tantangan dan rintangan nya gais (asique tantangan& rintangan gaya bet lu Al wkwk) kaya gini
➡➡➡ MPK OSIS juga bukan siswa teladan yang sempurna gais, kita juga siswa biasa yang belajar untuk jadi contoh yang terbaik diantara kalian. Jika kita pernah melakukan kesalahan atau melanggar  tata tertib sekul namanya juga manusia dan siswa/i biasa ya gaada yang sempurna gais heheh. Akuuu ngetik ini bukan untuk siapa2 kok, gaada istilah menyinggung atau menyindir siapa siapa seriusan dah aku pgn aja nulis gini hehehe. Pengen berbagai apa yang aku rasain selama ngejabat jadi MPK OSIS hehehehehehe. 


Selama aku ikut OSIS ini aku gaaaaaa nyesel samsek. Malah candu. Seriusan dah!
POKOKNYA sii I'am lucky to be a part of u guys. Makasih ya udh mengisi cerita masa2 indah aku. HEHEHEHE. OHH yaaa selamat ya kalian generasi penerus OSIS SMKN 18 Jakarta, semoga kedepannya kalian lebih lebih lebih baik dan lebih lebih lebih bermanfaat untuk warga SMKN 18 Jakarta. Aamiin






Dan ini dia kebersamaan kita uhuyyyyyyyyyyyyy……







Selasa, 10 Oktober 2017

Penyesalan

Disini hanya duka
Terakhir kali kau tersenyum
Mengulang kepedihan luka
Hati hancur punah selamanya

Menaung kian menjadi hitam
Berangsur menutupi matahari
Menghapus berjuta makna
Membawa aliran tuju masa curam

Kini aku dalam tangis
Kasih ku pergi jauh
Sederas hujan air mataku
Hati kecilku sebening embun pagi

Malam merayap kian datang
Hatiku menyebarkan penyesalan diri
Kini dia jauh entah kemana
Apa makna hidupku kini

July, 1992