Senin, 19 Februari 2018

Salam dari awan

kulihat biru di langit sana,
Kemudian angin kian terpana
Ternyata ada salam untuknya
Dalam kasatku itu dirinya

Aku menawangnya dari sini,
Ternyata sedang terjadi dini
Kepejaman kian menerjang memaparkan jeruji pergi

Awan...
Dia tak terlihat karena gumpalanmu
Jauh tertutup oleh kabutmu
Bahkan terhalang oleh kaburmu

Dari Awan
Aku dan kamu saling memandang
Membentuk senyum yang kini tersandung
Dengan cepat ku bersenandung
Sampai rasa kian membendung
Akan Menjadi terselubung

Mama

Mama
Aku yakin Saat engkau mengandung ku
Engkau sudah berjanji kepada Allah SWT untuk membahagiakan buah hati kecilmu selamanya..

Mama..
Aku yakin saat engkau melahirkan ku
Jiwa dan raga dhaif mu, kau akan korbankan untuk putra-putrimu...

Mama...
Aku yakin seandainya aku meminta "mama ambilkan bulan untukku" kalau engkau bisa aku yakin jiwa yang ada dalam genggaman mu engkau akan ambilkan bulan itu untukku

Mmaa..
Kau rela mati saat melahirkanku
Kau memilih tidak merawat dirimu saat menyusuiku
Kau menderita bangun ditengah dinginnya malam saat aku menangis entah apa sebabnya.

Mama..
Bertahun-tahun kau membesarkan diriku
Berlama-lama kau menanggung hidupku sampai sekarang, detik ini.
Susah senang engkau pikul dengan ikhlas!
Tidak adakah wanita hebat selain engkau wahai mama..

Mama...
Maafkan aku atas perkataan maupun perbuatan yang menusuk hatimu
Mencarikan air matamu
Membohongi dirimu sendiri demi mengalah kepada kami..

Mama...
Teruslah menjaga dan melindungiku
Mengantar aku menjemput mimpi-mimpi indahku
Menjadi malaikat dalam hidupku

Mama
Terimakasih engkau telah menjadikan aku mutiara terindah dalam hidupmu
Semoga aku akan selalu membawa kebahagiaan untukmu
Selalu ku sebut namamu dalam doaku...


Rasanya sendirian

Perjalanan panjang telah kulalui
Pertamaku berpapasan denganmu
Langsung ku menjadi pengagum  rahasia mu
Sejak dulu hingga kini, aku menyembunyikan nya
Tak engeh mulai kapan. Aku jatuh pada hatimu.
Rasa sendirian itu seperti
Kucing yang mencari makan.
Diam
Ngumpat
bahkan sepi dimakan ego...

Saat tidak mendapatkan yang ku mau
Ku pergi menuju kesibukan dunia
Ku lupakan rasa sendirian itu bermain bersama sobat

Sendirian
Kebanyakan berimajinasi menatap langit disana ...
Berharap hatimu melihat ketulusan asa ini

Aku penggemar rahasia mu
Yang hanya berani mencari tahu dari media sosial
Yang hanya berambisi lewat puisi
Yang hanya jujur pada seujar
Kata terkesan tak bermakna
Saat kamu tak melihat
Lagi lagi tak sadar
Bahwa ada seorang yang sabar.

Mengharapkan balasan rasa yang dalam.