Selasa, 12 Juni 2018

Sang Sungkan

sang sungkan, enggan untuk terbuka
sang sungkan, diam tak banyak berbicara
sang sungkan, sulit untuk sosial
sang sungkan, mengumpat dibalik layar

Sang sungkan 
diam dalam pandangan ilusi 
fiksi yang ingin membawa pada kenyataan
bahwa ia rikuh untuk menjunjukkan dirinya adanya
pejaman indra penglihatan sambil berbaring membawa dirinya terobsesi untuk keluar dari jiwa celingus.
Silam pedomannyaa teguh, lantas hatinya sukar 
hatinya dikhianati oleh gengsi yang dimakan 
yang membuat dirinya sesal sendiri
mungkin  hanya bungkam caranya memilih untuk menyimpan?

semakin banyak menelan garam hidup
semakin banyak pengalaman hidup 
sekarang  keluar pada zona nyaman untuk pergi meninggalkan lalu bahawa ia bukan disini
sampai-sampai berhenti pada hidup baru lebih seru
yang selalu membawanya terang menghantarkan tenang
keteguhan kalbu berpedoaman untuk fluktuasi menjadi pemberani

sang sungkan silah menjadi perwira
Yang mengambil alih masuk ke kawasan sukses
Menawarkan tekadnya untuk memulai "inilah aku, bukan yang lalu, aku yang baru" sahutnya lantang
Kini ia suka, suka pada pecahnya ombak yang saling kejar mengejar untuk meramaikan.
Suka pada  deru kipasan angin yang menyejukkan saat berorasi.
Suka serta berkumpul sambil menonton senja agar menghangatkan topik.
Jangan terjebak pada porosnya lubang.
Mulailah keluar untuk mengembangkan diri
Jangan terlena pada kecocokan
yang tentu membuat mengurungkan diri untuk tidak bisa menuai tegaknya berdiri sendiri. Tidak bebas bahkan tertahan.
Lewatkan perlahan agar perubahan mulai
Untuk melawan!



Sabtu, 09 Juni 2018

Nangis boleh, nyerah jangan!

-Bagian satu-

Assalamualaikum teman-teman
Aku mau cerita udah lama ga muncul di blog.... HEHEHEHE
Cerita pengalaman pilu. Ajah pilu. Wkwk
Jadi gini gais. Ini tentang SNMPTN? Tau kan pastiii

Kurang lebih 1 bulan yg lalu.... 
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, diumumkan!!!
Nangis bombay cyin aku tu denger ituu..
Hehehehe MAKLUM DI TOLAK GAIS DI TOLAK

Dari awal sih sebenarnya ga berharap banget sama SNMPTN gais. Tp dengar teman ada yg lolos mewek cyin aseliiii. Apalagi teman yang sama-sama berjuang? Aduii tambah kejer aku cyin. Sampe sampe aku males makan 3 hari. Galau merana serasa dunia berhenti? Wkwk alay ga sih gue? Gapapa gais manusiawi ituu sedih mah.

Nah dari situ tuh. Aku jadi introspeksi diri aku sendiri. Apa yang salah dengan ku?  Dan terrnyata banyak bgt  kekurangan aku ya disitu. Pertama Aku gabilang mamah aku ikut SNMPTN jadi ga didoain mungkin hehe (karena kondisinya beliau masih di rumah sakit, jadi aku ga sempet bilang), aku juga masih suka lupa sama Allah. Pokoknya aku egoisme deh. Aku pingin apa-apa tapi aku kaya gitu. Jadi Allah belum percaya sama aku mungkin. Jadi aku harus disuruh berjuang dulu. He-he-he...

Singkat cerita aku tanya sama salah satu teman aku. "Alhamdulillah ya kamu lolos, selamattttt pokoknya".
"Iya Alhamdulillah Al"
"Ohya kmu tips nya apa aja kok lolos" "hahaha apaan sih Al tips-tipsan"
"Wkwk aku serius nanya itu hehe"
"Alhamdulillah Al doa orang tua. Akhir-akhir sebelum pengumuman ini pokoknya aku bantuin orang tua, pokoknya apa aja yang disuruh orang tua aku lakuin"
Dalam hati "astagfirullah, Alya kmu emg belum pantas untuk lolos klo kamu aja masih malas" langsung aku istighfar, banyak banget kesalahan yg aku perbuat ternyata, seperti lupa sama Allah dan masih ngebangkang klo disuruh ortu.

Kita yang butuh Allah, bukan Allah yang butuh kita

Selalu ingat dengan kata-kata itu. Allah yang punya semuanya, kita masa sombong sih? Gamau dekat dengannya, atau mungkin lupa menjalankan perintah-Nya Kalau ingin sesuatu lebih baik Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Karena semuanya tuh datang dari Allah sang maha pemberi. (Asekkkk gatuh) tapi benar gais, disaat lagi sedih, galau, merananya gitu aku lebih baik ngadunya ke Allah. Aku curhat semua keluh kesah galau merana hati ini ke Allah. Selain tenang dan lega, terjaga juga semua rahasia kita antara kita dan sang ilahi.

Salah satu pintu besar terkabulnya doa, adalah doa orang tua

Berbaktilah kepada kedua orang tua, agar doa mereka menjadi benteng yang kuat yang menjaga dari semua hal yang tidak kita sukai. Mintalah restu kepada kedua orang tua kita gais. InshaAllah jalannya lancar pooool pooool. Aku udh buktiin itu sendiri, jgn hanya doain, bantu juga orang tua kita dalam pekerjaannya InshaAllah itu buat mereka ikhlas dalam doain kita.

Yakin! Semua itu berawal dari keyakinan

Ketika kita ingin meraih keinginan. Kita harus yakin terhadap diri kita sendiri dulu gais, karena meyakinkan diri sendiri itu menjadi kunci semangat kita dalam meraih apa yang kita inginkan.  Pokoknya jangan langsung menyerah pada sesuatu, Tapi yakinlah!!!!

Bersambung dulu ya gaiss..
Tiba-tiba buntu HEHEHEHEHEHE........