Senin, 19 Februari 2018

Salam dari awan

kulihat biru di langit sana,
Kemudian angin kian terpana
Ternyata ada salam untuknya
Dalam kasatku itu dirinya

Aku menawangnya dari sini,
Ternyata sedang terjadi dini
Kepejaman kian menerjang memaparkan jeruji pergi

Awan...
Dia tak terlihat karena gumpalanmu
Jauh tertutup oleh kabutmu
Bahkan terhalang oleh kaburmu

Dari Awan
Aku dan kamu saling memandang
Membentuk senyum yang kini tersandung
Dengan cepat ku bersenandung
Sampai rasa kian membendung
Akan Menjadi terselubung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar