Selasa, 12 Juni 2018

Sang Sungkan

sang sungkan, enggan untuk terbuka
sang sungkan, diam tak banyak berbicara
sang sungkan, sulit untuk sosial
sang sungkan, mengumpat dibalik layar

Sang sungkan 
diam dalam pandangan ilusi 
fiksi yang ingin membawa pada kenyataan
bahwa ia rikuh untuk menjunjukkan dirinya adanya
pejaman indra penglihatan sambil berbaring membawa dirinya terobsesi untuk keluar dari jiwa celingus.
Silam pedomannyaa teguh, lantas hatinya sukar 
hatinya dikhianati oleh gengsi yang dimakan 
yang membuat dirinya sesal sendiri
mungkin  hanya bungkam caranya memilih untuk menyimpan?

semakin banyak menelan garam hidup
semakin banyak pengalaman hidup 
sekarang  keluar pada zona nyaman untuk pergi meninggalkan lalu bahawa ia bukan disini
sampai-sampai berhenti pada hidup baru lebih seru
yang selalu membawanya terang menghantarkan tenang
keteguhan kalbu berpedoaman untuk fluktuasi menjadi pemberani

sang sungkan silah menjadi perwira
Yang mengambil alih masuk ke kawasan sukses
Menawarkan tekadnya untuk memulai "inilah aku, bukan yang lalu, aku yang baru" sahutnya lantang
Kini ia suka, suka pada pecahnya ombak yang saling kejar mengejar untuk meramaikan.
Suka pada  deru kipasan angin yang menyejukkan saat berorasi.
Suka serta berkumpul sambil menonton senja agar menghangatkan topik.
Jangan terjebak pada porosnya lubang.
Mulailah keluar untuk mengembangkan diri
Jangan terlena pada kecocokan
yang tentu membuat mengurungkan diri untuk tidak bisa menuai tegaknya berdiri sendiri. Tidak bebas bahkan tertahan.
Lewatkan perlahan agar perubahan mulai
Untuk melawan!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar