Senin, 17 Juli 2023

Di suatu Halte



Setelah melewati seharian penuh kerja yang terasa berat bagiku, tapi aku senang karena sepulang kerja aku bisa bertemu dan pulang bareng dengan kamu.. ku matikan laptop ku dan berpamitan dengan teman-teman kerjaku

"Guys, Aku pulang duluan yaaa" ujarku sambil berlari kecil keluar dari kantorku. Dering ponselku berbunyi rupanya telepon dari kekasihku

"Sayang, kamu udh jalan pulang?" Suaramu terdengar di telinga ku

Masih dalam perjalanan menuju halte, ya aku dan kekasihku pulang bersama naik transjakarta. Salah satu keinginan ku dari dulu ingin punya kekasih yang bisa diajak naik transportasi umum seperti angkot, kereta, transjakarta, dan lainnya karena menurutku moment-moment seperti itu akan bisa dikenang dan menjadi salah satu cerita di hidupku dan hidupnya.
"Iya sayang, ini aku lagi jalan ke halte" jawabku "kamu udah beres2 juga kah?" Dilanjutkan dengan pertanyaan dari diriku untuk memastikan bahwa kekasihku selesai atas semua pekerjaannya dan agar kami bisa sama-sama sampai di halte transit pertemuan kita

"Udah sayang, yaudah aku otw yaa, ohiya aku nitip beli jajan yaa sayang" ujar kekasih ku "otak2 dan tahu crispy kan sayang? Aku udah beliin 2 kok, satu untuk kamu dan satu untuk aku" kata ku yang langsung bisa menebak jajanan favorit kita di dekat halte pertamaku

"Yeay, makasih yaa sayang, love youu" sahut dengan kata-kata manisnya.. "love you more sayangkuh" jawabku membalasnya

Aku dan kekasihku sampai di halte transit dimana kita bertemu, senyumku lebar saat melihat wajahnya "sayang, kita sholat dulu yaa soalnya magrib waktunya cepat pasti ga keburu dan biar tenang" kataku, kekasihku  langsung memberikan tasnya kepadaku, kita bergantian untuk sholat. Sementara aku sambil menunggu kekasihku sholat, aku makan jajanan yang tadi aku beli sambil membuka ponsel ku untuk melihat-lihat instagram dan shopee.. 

Setelah kekasihku selesai sholat, bergantianlah aku dengannya, dia makan jajanan yang ku beli tadi dan aku sholat. Setelah selesai, kita antri untuk menunggu bus yang mengantarkan kita pulang "Sayang, sini ntar ga kebagian di bangku favorit kita" kekasihku menyuruhku antri di depannya. Jadi aku dan kekasihku memiliki bangku favorit saat naik transjakarta, yaitu bangku kedua dari belakang.. kenapa milih di belakang karena agar kami bisa duduk bersama-sama sambil cerita hari ini dan saling berpegangan tangan.

"Sayang kamu  cape banget kayanya hari ini" kata kekasihku sambil menggenggam tanganku "iyaa sayang badan aku pegel2 huhu, kepala aku sedikit pusing" kataku. "Aku urutin tangan kamu ya, kamu bobo aja" kata kekasihku. Kekasih ku mengurutin sela2 antara jari jempol dan jari telunjukku karena sesuai info yang kita tau titik tersebut bagus jika di urut, jika terasa sakit berarti sedang ada yang bermasalah di tubuh kita
"Iyaa sayang boleh, makasih yaah" kataku sambil memejamkan mataku

"Tumben kamu nyenyak bobonya sayang" kata kekasihku, rupanya dalam perjalanan dari halte pertemuan kita ke halte perpisahan kita aku tertidur, tidak ada cerita yang kami bagikan hari ini, tidak ada permainan games ayam2an selama di bus yang kita tumpangi. 

Sesampainya di halte perpisahan kita, kita akhirnya bercerita sambil menunggu transjakarta ke arah rumahku karena lumayan lama bus tersebut akhirnya kita bercerita di halte perpisahan tersebut. Kamu menyebutnya halte perpisahan karena rumah ku dan rumah dia berada pada arah yang berlawanan. Kekasihku membuka obrolan "Sayang kamu seriuskan sama aku? " Tanya kekasihku dengan tatapan yang dalam dan serius "Iyaa serius sayang, kamu kenapa nanya gitu tumben" jawabku 
"Iyaa gapapa sayang, aku lihatnya kamu masih ga yakin sama aku" jawab kekasihku 
"Kenapa kamu pikir gitu yang" kataku bertanya balik kepada kekasihku
"Iyaa, gatau aku ngerasa gitu aja, apa yang buat kamu belum yakin dari aku yang?" Tanya kekasihku kembali untuk menenmukan jawaban yang sejujurnya dariku
"Sayang, aku bukan belum yakin kali yaa, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu, aku mau kita sama2 terus sayang, tapi lebih ke belum siap yang.. aku masih magang, kuliah juga belum lulus yang, jadi kalau ditanya gitu masih takut juga aku sayang, takut keluarga kamu nganggep aku belum siap juga kan, kamu mau nunggu sampe aku lulus dulu bisa kah yang, aku kerja juga biar orang tua kamu dan aku ngerasa kita sama-sama siap bukan dari kamu aja sayang" kata ku menjelaskan dengan panjang
"Oke sayang, semangat yaa cinta, kamu skripsiannya aku bakal selalu support kamu" katanya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar